Senin, 22 Februari 2016

Obrolan Mewah di Warung Sederhana


Aloo guys! Tema postingan blog saya kali ini adalah cafe tempat biasa nongkrong. Dan untuk beberapa alasan akhirnya saya memilih untuk kasih judul postingan ini yaitu "Obrolan Mewah di Warung Sederhana". Kenapa begitu? pertama, sejujurnya saya bukan anak tongkrongan yang tiap hari pasti nyempetin waktu untuk ketemu temen-temen satu tongkrongan. Kedua, cafe? Hih. Saya sih lebih seringnya ke warung-warung sederhana aja. Biar apa? Biar ga pemborosan. HAHAHA. Lanjut alasan ketiga, saya ga terbiasa buat nongkrong. Soalnya saya lebih seneng duduk. Yhaaa. Jayus. Bodo. Merdeka. HAHAHA. Enggak deng. Intinya adalah, saya senang main sama temen-temen kalo pulang sekolah gitu kan laper ya, terus enak tuh jalan-jalan sambil cari makan. Nah, biasanya kami ganti-ganti tempat tiap main. Cuma kali ini, yang akan saya bahas adalah Mie Level Malvinas. Tau gaa? Tau dooong! Oke, mulai yuk.
 
Buat yang belum tau, Mie Level Malvinas ini lokasinya ada di Kebon Besar tepatnya di:
Jl. Abadi No.105 RT 05 RW 01, Kelurahan:Kebon Besar, Kecamatan: Batu Ceper Tangerang.
Lokasinya emang gak terlalu jauh sih dari sekolah kami, jadi ini juga bagian dari alasan kalo mau ke Mie Level. Saya jelasin dulu ya tentang Mie Level ini. Sebenarnya Mie Level ini adalah Mie biasa seperti pada umumnya, cuma yang bikin beda adalah Level yang khas banget dari Malvinas. Yup! Level 1-15. Weits kebayang gak tuh pedesnya? Kalo saya sih sukanya cari aman, jadi kalo pesen paling Mie kuah Level 4 atau 5. Hehehe. Ohya, selain Mie kuah di Malvinas ini juga ada Mie gorengnya yang belum pernah saya coba, soalnya belum tertarik. Hahaha. Soal rasa, hmm rasain sendiri aja ya. ga ngecewain kok. Topping Mie nya juga ada telur sama ceker, dan buat yang ga suka ceker macam saya, boleh dioper ke temennya. Hihi. nih Nih kasih fotonya deh biar laper.

 


Sesuai dengan judul postingan ini. Tempat Mie Level Malvinas emang sederhana, tapi yang istimewa adalah obrolan pengunjungnya. Meski ga ada Wifi, tapi buat saya dan temen-temen saya, tempat ga jadi masalah asal tetep bisa ngobrol, seru-seruan. Apalagi kami ini ga sekelas, jadi pasti kan masing-masing punya banyak cerita tuh. Paling kalo Heboh terus ketawanya terlalu ramai kami cuma diliatin sama pengunjung Malvinas lainnya. Haha abis itu lanjut ketawa lagi deh. Sedikit cerita, waktu itu saya pernah kepedesan banget pas lagi makan Mie Level. padahal levelnya ga seberapa (tapi saya lupa itu level berapa). Parahnya, gar-gara kepedesan  mata saya pun jadi kaya orang nangis gitu kan zzz jadilah semua temen-temen ketawa terus mungkin karena saking ramenya, pengunjung lain jadi ikutan liat ke arah kami. Dan Sip! Mereka liat ke arah saya sambil mesem-mesem gitu. Sejak saat itu, saya gaberani lagi makan Mie Malvinas dengan level tinggi. Bye aja! hahaha.

Sayangnya, sekarang-sekarang ini kami lagi ngurangin waktu main, kan sebentar lagi ujian. Cie aja gitu, biar fokus. Wahaha. Anw, rasanya cukup ya soal cerita saya. Menurut saya, hal apapun yang kelihatannya sederhana itu bisa jadi mewah kalo kita ngelakuinnya sambil senyum, ketawa, bahagia. Tapi jangan sendirian, nanti dikira kurang waras. EHE. Okedeh, cukup dulu cerita tentang obrolan mewah di warung sederhana. Terima kasih bagi yang sudah membaca sampai akhir.

Semoga hidup kita semua bahagia, dunia-akhirat. Aamiin.
Sumber gambar: http://iconosquare.com/


Sabtu, 20 Februari 2016

Resep Ramen khas Masakan Asia

Tadaaaa! Resep masakan kali ini adalah resep ramen lho. Yup! Masakan khas Asia yang enaknya luar biasa. Setuju? Oke. Trimakasih sekali untuk sumber dari postingan ini telah membantuku menyajikan postingan mengenai masakan khas Asia. Langsung aja yuk, ini dia resep ramen khas masakan Asia! sumber tertera di bawah ya guys.
 
Cara Membuat Mie Ramen Khas Jepang Spesial 

 Jepang adalah salah satu surga kuliner di Asia. Berbagai makanan khas Jepang sudah beredar kemana-mana. Di Indonesia, mungkin Anda sudah tidak asing dengan mie ramen. Mendengar mie ramen, mungkin anak kecil hingga remaja langsung keingat sepintas tentang Naruto yang doyan sekali makan mie ramen.
Mie ramen mempunyai sejarah yang unik. Awalnya, mie ramen dibuat oleh seorang koki China di restoran Rairaikan Tokyo. Koki tersebut berniat membuat makanan khas yang terbuat dari mie China kuning elastis dan kaldu. Hidangan tersebut dinamakan shina soba yang menjadi populer. Karena dampak perang dunia kedua yang meluluhlantahkan Jepang, kata shina soba yang menjadi nama hidangan ini pun berganti menjadi Chuka Soba.


Cara Membuat Mie Ramen Khas Jepang Spesial

Chuka Soba hasil revolusi shina soba tidak mampu bertahan lama setelah sebuah perusahaan ternama di Jepang mengeluarkan produk instan bernama Chikin Ramen. Kata ramen sendiri bila ditafsirkan secara terminologi adalah produk kuliner berupa mie yang cara pembuatannya harus melalui proses tarik menarik adonan.
Resep Mie Ramen Jepang

Lantas Chikin Ramen terkenal, orang-orang lebih antusias menyebutnya mie ramen. Anda bisa mencicipi mie ramen pada acara-acara yang melibatkan Jepang beserta aspek yang ingin ditonjolkan, seperti kebudayaan dan santapan kuliner.
Untuk membuat mie ramen sendiri, sepintas agak sulit. Tapi tenang, Resep Harian sudah menemukan resep mie ramen sederhana yang bisa Anda buat sendiri dengan bahan lokal yang mudah didapat.

Bahan:
  • ½ bungkus mie kering cap ayam 2 telor
  • 2 butir telur ayam
  • 1 siung bawang putih
  • ¼ buah bawang bombay
  • 1 buah cabai merah beasr
  • 4 buah cabai rawit hijau
  • 1 buah tomat
  • 1 sendok teh garam dan bumbu kari bubuk
  • 2 sendok teh saus sambal (opsional)
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 300 ml air atau sekitar satu gelas setengah
  • Timun dan daun bawang secukupnya
Cara Membuat Mie Ramen Jepang
  1. Siapkan panci kecil, masukkan air, didihkan. Aduk hingga membentuk pusaran.
  2. Masukkan 1 butir telur, biarkan putih telur matang. Angkat, pisahkan. Air rebusan jangan dibuang.
  3. Gunakan air rebusan tadi untuk merebus mie hingga setengah matang. Angkat, tiriskan.
  4. Panaskan wajan, letakkan margarin.
  5. Tumis bumbunya, yaitu bawang bombay yang telah dicincang hingga layu dan bawang putih cincang juga. Aduk sampai harum.
  6. Lanjutkan dengan menambahkan tomat beserta cabai iris ke tumisan yang masih diproses, aduk hingga layu.
  7. Beri bubuk kari, saus, dan kecap. Aduk lagi sampai rata.
  8. Tuang 300 ml air, aduk rata dan biarkan mendidih.
  9. Sembari menunggu, kocok lepas 1 butir telur. Masukkan ke dalam kuah mendidih, aduk cepat agar berserabut.
  10. Mulai icip rasa, bila kurang tambahkan garam hingga pas.
  11. Bila sudah, masukkan mie setengah matang tadi, aduk sebentar.
  12. Apinya dimatikan, mie dan kuah ditaruh ke dalam mangkuk.
  13. Letakkan telur rebus pertama tadi ke atasnya, taburi dengan daun bawang dan timun iris.
  14. Pelengkap lain yang bisa Anda tambahkan adalah bawang goreng.
  15. Sajikan hangat.
Agak panjang Resep Mie Ramen Jepang ini. Tapi soal rasa, boleh diadu dengan mie instan pada umumnya. Jangan lupa beri perasan jeruk nipis untuk menambah cita rasa kenikmatan mie ramen yang sudah Anda buat.

sumber:
http://www.resepharian.com/cara-membuat-mie-ramen-khas-jepang-spesial/

Laksa Masakan Khas Tangerang


Yummy! Yummy! Mungkin beberapa waktu ke depan akan ada beberapa postingan soal masakan ataupun makanan ya guys entah itu resep atau apapun. Yak! menulis resep bukan berarti pinter masak hee soalnya aku cuma mengcopy lalu paste deh (keringanan yang diberikan oleh guruku), Oke langsung aja, postingan kali ini tentang Masakan khas Tangerang, apa itu? apa? Laksaaaa! sumber tertera di bawah ya guys.

RESEP KULINER LAKSA TANGERANG

laksa
 

 Gurihnya kuah kekuningan menjadikan masakan ini menjadi santapan lezat bagi mereka yang berburu masakan kuliner. Masakan Laksa Tangerang adalah salah satu masakan yang legendaris dari Tangerang Banten. Ini resepnya untuk membuat Laksa Tangerang.
Bahan Laksa Tangerang
·         1 ekor ayam kampung, potong 6 bagian
·         Air secukupnya
·         1250 santan
·         2 batang daun salam, potong serong
·         200 gram bihun
·         200 gram kentang, potong dadu 1 cm
·         50 gram kacang hijau, rebus, sisihkan
·         3 sdm minya, untuk menumis
·         100 gram kelapa sangrai
Bumbu yang Dihaluskan
·         8 buah bawang merah
·         6 siung bawang putih, iris halus
·         6 cm kunyit, bakar dulu
·         6 cm jahe, buang kulit, bakar sebentar
·         5 cm lengkuas, iris halus
·         2 sdt ketumbar bubuk
·         1 sdt merica bubuk
·         1 sdt gula pasir
·         3 buah cabai merah
·         Garam secukupnya
Cara Membuat Laksa Tangerang
·         Ambil 1/3 bumbu halus, campurkan pada potongan ayam, masak sampai berubah warna, tambahkan 500 ml air, daun salam, masak ayam sampai matang, kemudian tiriskan. Bakar sampai berwarna kecoklatan, sisihkan.
·         Panaskan minyak, tumis sisa bumbu, setelah harum masukkan irisan kentang, kacang hijau, irisan daun bawang, kelapa sangrai, dan santan, masak sambil diaduk hingga matang. Angkat.
·         Taruh bihun dan ayam bakar di mangkuk lalu siram dengan kuah laksa, sajikan dengan sambal dan bawang goreng.
Selamat menikmati Laksa yang sudah melegenda di bumi  Tangerang.
 
 
 
sumber:
(korantangsel.com, ayla)

Jumat, 12 Februari 2016

Resep Membuat Papeda khas Papua

            Hello! Kali ini postinganku berbeda lho. Bukan lagi soal sajak tapi tentang resep makanan atau masakan tradisional. Sebenarnya postingan ini dibuat untuk memenuhi tugas dalam mata pelajaran Prakarya yang alhamdulillah-nya boleh sekadar meng-copypaste hehehe (sumbernya di bawah yaa). Dan ini dia, Resep Membuat Papeda khas Papua *tring*





Bahan membuat papeda :

  • 100 gr tepung sagu
  • 1000 cc air
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula
Cara Membuat Papeda (Papua) :
  1. Cairkan tepung sagu dengan 300 ml air
  2. Tambahkan garam dan gula
  3. Didihkan sisa air
  4. Tuang air yang sudah mendidih ke dalam larutan tepung sagu, aduk perlahan sehingga sagu matang merata
  5. Papeda dikatakan sudah matang jika sudah berwarna bening jika masih belum merata matangnya adonan bisa dimasak di atas api kecil sambil terus diaduk
  6. Jika sudah bening angkat dan sajikan hangat.
Ikan Kuah Kuning Sebagai Pelengkap Papeda
Bahan :
  • 1/2 kg ikan tongkol, bersihkan dan rendam dengan jeruk nipis dan garam
  • 1 buah jeruk nipis, peras
  • kemangi, siangi
  • cabe rawit hijau, buang batangnya
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 1 batang sereh, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 600 ml air matang
Bumbu yang dihaluskan:
  • 2 siung bawang putih
  • 4 buah bawang merah
  • 3 buah kemiri
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdt sdmgaram 
  
 Cara membuatnya :

  1. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan beserta sereh dan salam hingga harum dan matang
  2. Tambahkan air matang, masak hingga mendidih
  3. Masukkan ikan, garam, gula dan cabe rawit, masak hingga ikan matang
  4. Sesaat sebelum masakan diangkat, tambahkan daun kemangi dan jeruk nipis, aduk rata
  5. Sajikan sebagai pelengkap papeda




Semoga bermanfaat!
sumber :  http://id.resepmasaktradisional.com/2012/11/Cara-Membuat-Papeda.html
"Selalu ada lantai untuk bersujud, meski tak ada bahu untuk bersandar."

Mengapa selalu ada lantai untuk bersujud?
atau
Mengapa tak ada bahu untuk bersandar?

Suatu ketika manusia pasti akan dihadapkan pada keadaan yang mungkin begitu rumit. Dimana sebelumnya, YA! sehari sebelumnya, sejam sebelumnya, semenit sebelumnya atau bahkan sedetik sebelumnya kita begitu bahagia. Tertawa begitu lepas. Berbicara begitu lantang. Berdiri begitu tegap. Namun kemudian lemas tak bergeming.
 Lenyap.
Senyap.
 Sepi.
Tak bergerak sekejap pun.

Saat bahagia. Semua orang adalah teman.
Semua orang adalah soulmate.

Tapi....tiba-tiba waktu itu datang. Merebut canda yang baru saja terlontar. 

Selasa, 06 Januari 2015

Teruntuk Seseorang

Puan...
Hari ini ku lihat kau begitu lelah
Adakah yang membuatmu marah?
Atau aku yang melakukan salah?

Puan...
Kita bukanlah lagi dua bocah
mencoba berlari mengejar arah
Namun ternyata terlalu payah

Kita tumbuh menjadi remaja yang mudah menyerah
Bahkan sering mengutuk diri untuk kalah
Menganggap dunia kita paling indah
Padahal semuanya akan enyah

Puan...
Tolong jangan anggap ini hanya kisah
Hidup sering ditipu oleh berbagai celah
Semoga kita tak semakin parah

Jumat, 14 November 2014

Boleh aku sebut ini 'kita' ?

Selamat malam. ini malam yang dingin bukan? bersama dinginnya semilir angin yang menembus pori-pori kulit tangan kita masing-masing mendekap. menghangatkan satu sama lain. sepertinya musim hujan sudah mulai tiba. sudah siapkah kita untuk menjadi kaku kedinginan? di tempat yang berbeda, kita masih saling menggenggam. meskipun itu hanya dengan sebatas doa yang sengaja terselipkan suatu nama.

Akankah hari-hari esok selalu seperti ini. menyisakan senyum-senyum masam di ujung bibir saat mengingat kejadian yang baru saja kita lewati, mengingat kecerobohan yang sengaja kita tertawakan tadi. begitu lepas. namun melekat. pada jiwa yang baru saja terikat. pada janji yang baru saja terucap. dimana kita akan saling menjaga satu sama lain.


padahal kita pun sama-sama mengerti. seseorang memiliki satu sisi untuk bisa tetap meyendiri. bahkan tak sadar merasa sepi diantara keramaian. beberapa hal dianggap mampu menjadi penyebab sepi tersebut. sepi bukan berarti benar-benar sendiri. terkadang waktu tersebut sangat dinanti, namun terkadang juga sangat dibenci. tidak semua hal beralasan. maka itu kita ada..

sudahkah kita sama-sama mengucap syukur. atas pertemuan yang mungkin sebelumnya tak pernah kita inginkan. namun nyatanya kini menjadi sangat berarti untuk dikisahkan. mari selalu sepakat untuk percaya, memaafkan tanpa harus diminta, membiasakan untuk paham bahwa sebenarnya semua adalah canda. yang siap mengisi hari-hari indah kelak, dengan keriangan, serta kerenyahan tawa serenyah makaroni DCT.. \m/